Sabtu, 07 April 2012

Posisi dalam Persalinan

POSISI TERBURUK DALAM PERSALINAN

PDFPrintE-mail
Baru saja saya mendampingi teman yang sedang melahirkan di sebuah RS di Klaten. Mengapa tidak melahirkan di Bidan Kita? Karena saya tidak bekerja sama dengan asuransi manapun dan sang suami ingin semua biaya persalinan istrinya di tanggung asuransi.
Ketika mendampingi dia di kamar bersalin, saya masih heran mengapa si ibu disuruh melahirkan dan mengejan menggunakan posisi tidur terlentang? Ini sangat tidak sesuai dengan anatomi dasar!
Melahirkan itu ibarat seperti seseorang yang menderita konstipasi atau tidak BAB (Buang Air Besar) selama berminggu-minggu. Coba bayangkan jika Anda yang menderita konstipasi itu. Kira-kira, bisa tidak Anda mengejan atau BAB dengan posisi terlentang? Saya yakin Anda akan merasa kesulitan. Mengapa karena tidak ada bantuan gaya gravitasi sama sekali.
Selain itu jika Anda melihat anatomi dasar seorang wanita, jalan lahirnya itu sebenarnya berbentuk seperti "J". bukan garis lurus (lihat diagram diatas) nah jika dilihat dari diagram tersebut, ketika bayi akan lahir, dia tidak hanya meluncur lurus ke bawah dan keluar begitu tetapi dia harus menukik kebawah, lalu keatas dan melewati panggul.
Lihatlah gambar di atas dengan hati-hati dan Anda akan mengerti bagaimana cara kerjanya. Jadi, benar-benar gila jika seorang ibu disuruh tidur terlentang dengan kaki di sangga lalu di suruh mengejan sekuat tenaga dnegan harapan bayi badapt segera lahir!
Bahkan, memilih untuk berbaring telentang sebagai posisi utama melahirkan justru akan menutup dan mempersempit luas daerah panggul Anda dengan sekitar 30%.
Selain itu Anda juga akan dan harus melawan energi gravitasi bumi. Dan ini akan sangat melelahkan bagi Anda. Tidak hanya itu saja posisi terlentang akan membuat berat badan janin menekan sebuah vena besar di daerah punggung/tulang belakang ibu dan ini justru membuat aliran darah dan okstigen menjadi sedikit dan berkurang ke bayi.
Jadi jika masih ada provider (bidan/dokter) yang menyuruh Anda melahirkan dengan posisi terlentang dengan kaki di sangga (lithotomi) berarti mereka benar-benar salah! Itu berarti bukan sayang ibu dan sayang bayi tetapi sayang bidan atau dokternya.
** CATATAN UNTUK MEMILIH POSISI MELAHIRKAN
Posisi yang terbaik dalam proses persalinan adalah posisi yang paling nyaman untuk ibu sehingga si ibu merasa ada konektivitas dengan bayinya ketika dia mengejan dan mendorong bayinya keluar. Jika terasa alami bagi Anda dan Anda MAU untuk berbaring terlentang dan melahirkan bayi Anda dengan posisi seperti itu, ya lakukan,  Tapi saya bisa menyarankan posisi yang mungkin lebih mudah bagi Anda. Dan, inilah beberapa posisi melahirkan yang mungkin ingin Anda coba:
1) Jongkok - Anda dapat melakukan ini di lantai, di tempat tidur, di kolam bersalin dan menggunakan apa pun untuk menyangga tubuh Anda, bisa di pangkuan suami, bidan  Wanita yang menggunakan posisi ini biasanya menyatakan lebih nyaman dan lebih bisa mengontrol rasa sensasi yang dirasakan saat melahirkan. Dan posisi ini bisa  membantu memperpendek panjang jalan lahir, sehingga bayi keluar lebih mudah.
2) Merangkak - Banyak perempuan menyatakan bahwa posisi ini sangat nyaman dan merupakan posisi  melahirkan yang paling alami. Ini membantu dalam hal gravitasi dan juga membuka pinggul Anda lebar-lebar, berarti tekanan pada punggung dan tulang ekorpun juga tekanan ke  bayi Anda berkurang. Ini bisa dilakukan dimana saja, di atas tempat tidurm di lantai atau membungkuk dengan bola pilates menyangga tubuh Anda.
Dan juga posisi lain seperti nungging, tidur berbaring miring bahkan berdiri.

Semoga bermanfaat
Salam hangat
Bidan Kita

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar