Minggu, 29 April 2012

Fertilisasi dan Implantasi


SIKLUS OVARIUM
            Saat pubertas, wanita mulai mengalami siklus bulanan secara teratur. Siklus seksual ini dikendalikan oleh hipotalamus. Gonadotropin- releasing hormon (GnRH) yang dihasilkan oleh hipotalamus bekerja pada sel-sel kelenjar hipofisis anterior yang pada gilirinnya mensekresikan gonadotropin. Hormon-hormon ini, follicle-stimulating hormon (FSH) dan luteinizing hormon (LH), merangsang dan mengontrol perubahan siklik pada ovarium.
            Pada awal setiap siklus ovarium, 15 sampai 20 folikel stadium primer dirangsang utk tumbuh di bawah pengaruh FSH. ( hormon ini tidak diperlukan untuk mendorong perkembangan folikel primordial ke tahap folikel primer, tetapi tanpanya, folikel-folikel primer ini akan mati dan menjadi atretik). Karena itu, FSH menyelamatkan 15 sampai 20 sel-sel ini dari cadangan folikel primer yang terus menerus terbentuk (lihat gambar 1). Pada keadaan normal, hanya satu dari folikel folikel ini mencapai tingkat kematangan sempurna, dan hanya satu oosit yang dikeluarkan yang lain mengalami degenerasi dan atretik. Pada siklus berikutnya, terjadi perekrutan kelompok folikel primer lain dan kembali dengan hanya satu folikel yang mencapai kematangan. Karena itu, sebagian besar folikel mengalami degenerasi tanpa pernah mencapai kematangan. Ketika suatu folikel mencapai atretik maka oosit dan sel folikular di sekitarnya berdegenerasi dan digantikan oleh jaringan ikat, membentuk korpus atretikum. FSH juga merangsang pematangan sel folikular (granulosa) yang mengelilingi oosit. Sebaliknya, proliferasi sel-sel ini diperantai oleh growth differentiation factor 9. Sel granulosa dan sel teka bekerja sama untuk menghasilkan estrogen yang (a). Menyebabkan endometrium  uterus masuk ke fase folikular atau proliferatif, (b). Menyebabkan penipisan mukus serviks sehingga sperma mudah lewat, dan (c). Merangsang hipofisis untuk mengeluarkan LH. Dipertengahan siklus, terjadi lonjakan LH yang (a). Meningkatkan konsentrasi maturation-promoting faktor (faktor pendorong pematangan), menyebabkan oosit menuntaskan meiosis I dan memulai meiosis II. (b). Merangsang pembentukan progesteron oleh sel folikular stroma (Luteinisasi) dan (c). Menyebabkan folikel pecah dan ovulasi.